Kali ini tentang ikan Paus
Once upon a time...
Ikan paus pernah sangat berguna untuk tentara muslimin di masa Rasulullah Saw
Kok bisa...
Iya bisa dong
Waktu itu tentara muslim di bawah kepemimpinan Abu Ubaidah bin al jarra ra
Hanya diberi bekal 1 kantung kurma kering
Per orang
Untuk pergi berperang
Bayangkan... klo kita yg jadi tentara..
Kira2 nerima atau enggak ya..
Atau mungkin isi kulkas kita bawa semua
Jumlah tentara muslim total 300 org
Untuk berhemat..
Dalam sehari hanya boleh 1 kurma saja.
Kurma itu dihisap.. kemudian mereka minum air.. dihisap lagi minum air lagi..
Sampai sekantung kurma itupun habis
Akhirnya mereka tidak punya bekal lagi
Dalam perjalanan mereka menemukan daun2 kering lagi kasar..
Akhirnya daun2 itupun ditumbuk. Diberi air
Kemudian dimakan. Sampai mulut2 mereka terluka
Dengan kondisi yg seperti itu...
Tentara muslim tetap maju terus pantang mundur..
Pantang kembali ke Madinah menemui Rasulullah saw..
Jika misi belum selesai
Hingga akhirnya...
Daun2 pun habis.. dan mereka menjadi sangat kelaparan...
Mereka pun terus berjalan
Berjalan
Berjalan... walau perut sudah keruyukan
Hingga akhirnya sampai di tepi laut
Gedebuummm...
Tiba2 muncullah makhluk sebesar bukit
Dan terlempar ke arah tentara muslim..
Allahu Akbar
Pertolongan Allah swt telah datang
Seekor ikan Paus disediakan Allah untuk menjadi santapan tentara muslim..
Akhirnya mereka pun bersenang 2
Sebulan penuh tentara muslim bermukim disana... penuh ketentraman
Hingga badan2 mereka menjadi gemuk
Daging ikan paus tersebut dipotong2 hingga sebesar kerbau..
Lemak dari kelopak mata ditempatkan di guci n tempayan
Bahkan tulang rusuk dan daging nya pun masih sempat dibawa ke Madinah untuk dinikmati Rasulullah saw dan para sahabat
Subhanallah
Kali ini kita belajar tentang
Keikhlasan
Ketaatan pada pimpinan
Pasrah
Tawakkal
Positive thingking
Dan bersenang2...
Berakit2 ke hulu... berenang2 ke tepian
Berusah2 dahulu... bersenang2 kemudian
Wallahu alam..
Semoga bisa menjadi inspirasi
Sumber : Buku Di bawah kilatan pedang
Dr. Hamid Ath-Thahir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar