Dengan menyebut Asma ALLAH Yang Maha Pengasih dan Maha Penyanyang....

Rabu, 19 Oktober 2016

Kali ini tentang ikan Paus

Once upon a time...

Ikan paus pernah sangat berguna untuk tentara muslimin di masa Rasulullah Saw

Kok bisa...
Iya bisa dong

Waktu itu tentara muslim di bawah kepemimpinan Abu Ubaidah bin al jarra ra
Hanya diberi bekal 1 kantung kurma kering
Per orang

Untuk pergi berperang

Bayangkan... klo kita yg jadi tentara..
Kira2 nerima atau enggak ya..
Atau mungkin isi kulkas kita bawa semua

Jumlah tentara muslim total 300 org

Untuk berhemat..
Dalam sehari hanya boleh 1 kurma saja.

Kurma itu dihisap.. kemudian mereka minum air.. dihisap lagi minum air lagi..

Sampai sekantung kurma itupun habis

Akhirnya mereka tidak punya bekal lagi

Dalam perjalanan mereka menemukan daun2 kering lagi kasar..

Akhirnya daun2 itupun ditumbuk. Diberi air
Kemudian dimakan. Sampai mulut2 mereka terluka

Dengan kondisi yg seperti itu...
Tentara muslim tetap maju terus pantang mundur..
Pantang kembali ke Madinah menemui Rasulullah saw..
Jika misi belum selesai

Hingga akhirnya...
Daun2 pun habis.. dan mereka menjadi sangat kelaparan...

Mereka pun terus berjalan
Berjalan
Berjalan... walau perut sudah keruyukan

Hingga akhirnya sampai di tepi laut

Gedebuummm...
Tiba2 muncullah makhluk sebesar bukit
Dan terlempar ke arah tentara muslim..

Allahu Akbar

Pertolongan Allah swt telah datang

Seekor ikan Paus disediakan Allah untuk menjadi santapan tentara muslim..

Akhirnya mereka pun bersenang 2
Sebulan penuh tentara muslim bermukim disana... penuh ketentraman
Hingga badan2 mereka menjadi gemuk

Daging ikan paus tersebut dipotong2 hingga sebesar kerbau..
Lemak dari kelopak mata ditempatkan di guci n tempayan

Bahkan tulang rusuk dan daging nya pun masih sempat dibawa ke Madinah untuk dinikmati Rasulullah saw dan para sahabat

Subhanallah
Kali ini kita belajar tentang
Keikhlasan
Ketaatan pada pimpinan
Pasrah
Tawakkal
Positive thingking
Dan bersenang2...

Berakit2 ke hulu... berenang2 ke tepian
Berusah2 dahulu... bersenang2 kemudian

Wallahu alam..
Semoga bisa menjadi inspirasi

Sumber : Buku Di bawah kilatan pedang
Dr. Hamid Ath-Thahir


Tidak ada komentar:

Posting Komentar